Senin, 24 September 2018

Semua Tentang Access Door


Mengenal Access Door
                    Access Control merupakan sebuah alat / sistem yang digunakan sebagai kunci pintu electronic (Access Door) dengan menggunakan akses Kartu ID dengan strip magnetik, Kode PIN, Sidik Jari, RFID ataupun wajah sebagai kunci verifikasinya. Sistem Access Control atau solusi Access Door memungkinkan Anda untuk dengan mudah hanya mengizinkan akses ke area perusahaan yang diperlukan untuk masing-masing karyawan secara individual. Terdapat 2 jenis access control system: standalone system dan network system (package). Kategori ini juga meliputi berbagai biometric system / attendance system: sebagai mesin absensi sidik jari.

 Fungsi Access Door
                    Fungsi utama dari access control ini adalah untuk membatasi hak akses setiap individu, untuk masuk dalam suatu ruangan di waktu tertentu, sehingga dapat mengamankan ruangan dalam dari orang yang tidak berkepentingan atau orang asing yang tidak memiliki hak akses untuk dapat masuk dengan leluasa ke ruangan tersebut. Ditinjau dari format implementasinya, sistem Access Control atau solusi Access Door umumnya dibagi ke dalam 2 fungsi, yaitu:

  1. Sebagai Door Access Management, sebagai pembatasan hak akses seseorang ke dalam suatu pintu atau ruangan
  2. Sebagai Attendance System, sebagai mesin absensi karyawan

Oleh karena kedua aplikasi ini berbeda dalam sifat dan penerapannya, maka apabila kita ingin menggabungkannya ke dalam satu sistem (dengan satu software), maka diperlukan perencanaan dan persiapan yang matang. Terlebih lagi jika jumlah karyawannya cukup banyak dan pintu keluar masuknya pun bervariasi.

Beberapa data perencanaan penting lainnya yang perlu diketahui jauh-jauh hari sebelumnya adalah:

  1. Berapa jumlah karyawan secara keseluruhan, karena ini akan menyangkut pada kapasitas Reader (capacity)
  2. Berapa jumlah Departemen, karena akan terkait pada pembagian access group (department)
  3. Berapa jumlah karyawan per Departemen, karena akan menyangkut Group Member,Time Zone atau Shift (group member)
  4. Berapa jumlah pintu per Departemen, karena menyangkut jumlah Reader (quantity)
  5. Media access yang dipakai, karena menyangkut soal kecepatan, ketahanan, keamanan dan yang terpenting adalah soal anggaran biaya (cost)
  6. Pengaturan jam access (time zone)
  7. Pengaturan mode access (card only dan card plus PIN)
  8. Format pelaporan yang dikehendaki (harian, mingguan, bulanan atau tahunan), karena menyangkut perlu tidaknya pengembangan software dari pihak ketiga (report)
  9. Penggabungan sistem ini ke dalam penghitungan gaji (payroll)
  10. Garansi unit pada saat terjadi trouble (warranty)
 Penerapan Access Door
                   Sistem Acces Control atau solusi Access Door juga dapat secara efektif digunakan dalam usaha kecil, hotel, dan bahkan kompleks apartemen serta asrama perguruan tinggi. Teknologi Acces Control dapat menyimpan perubahan kunci pada setiap penyewa atau pergantian karyawan, dan memungkinkan Anda untuk merasa aman dalam lingkungan yang sekuritasnya terkontrol. Nyaman dan mudah digunakan, sistem Acces Control atau solusi Access Door menjadi lebih populer sebagai pilihan sistem teknologi pengamanan saat ini. Sistem Acces Control atau solusi Access Door juga dapat meningkatkan kinerja karyawan dan ketepatan waktu. Kegiatan karyawan dapat dengan mudah dipantau dengan berbagai fitur sistem Acces Control atau solusi Access Door ini.
Beberapa fitur yang telah dimiliki oleh sistem Access Control / Access Door saat ini:
  • Multi Door, beberapa tipe mesin telah mampu support sampai dengan 4 Pintu atau bahkan lebih
  • Interlock Function, untuk integrasi antar pintu, misal 1 pintu dibuka, pintu lainnya akan ditutup, atau hanya bisa buka pintu jika pintu lainnya telah ditutup, atau setelah pintu 1 dibuka pintu 2 terbuka, pintu 3 dan 4 tertutup, atau kondisi lainnya.
  • Alarm Function, dapat mendeteksi jika pintu tidak tertutup rapat, dibuka paksa, gagal login beberapa kali, dll.
  • Timezone Support, Akses Kontrol Pintu dengan Timezone (Pintu Dapat diakses oleh karyawan tertentu saja dan pada waktu tertentu saja juga)
  • SDCard Slot, untuk melakukan backup/restore data ataupun download/upload data dengan mengunakan SDCard
  • RFID Card Proximity Reader, dengan fitur ini dapat mengunakan kartu RFID untuk akses kontrol pintu.
  • Fingerprint Cover, berguna untuk melindungi Sensor Sidikjari agar tetap dalam keadaan bersih untuk menjaga tingkat akurasi pendeteksian jari.
Fungsi yang paling dasar dari sistem Acces Control atau solusi Access Door adalah mencatat kapan dan oleh siapa suatu pintu akses dibuka. Tanpa kode yang sesuai atau ID badge, pintu akan tetap dalam posisi terkunci. Lebih kompleks lagi, sistem Acces Control atau solusi Access Door juga dapat menyertakan fitur timecard, clocking karyawan Anda ketika mereka masuk dan clocking ketika mereka pergi. Dalam hal ini, penting bahwa Anda memilih sebuah sistem Acces Control atau solusi Access Door dengan perangkat lunak ( Software ) yang kompatibel.
Sistem Acces Control atau solusi Access Door dapat di integrasikan ke dalam sistem keamanan secara keseluruhan, bekerja baik dengan CCTV Anda, dimana sistem alarm dan fitur keamanan lainnya sudah terintegrasi dalam satu paket. Fitur saat ini, dimana sistem Acces Control atau solusi Access Door mampu terintegrasi dengan perangkat komputer yang bekerja untuk mengintegrasikan sistem keamanan data ke dalam keseluruhan sistem kontrol akses, yang pada akhirnya akan merampingkan sistem keamanan perusahaan Anda dan mengurangi potensi bencana keamanan.

 Macam Macam Access Door


  1. Stand-Alone Locks seperti namanya adalah sistem kontrol akses “all-in-one” untuk satu pintu. Kunci yang didukung oleh baterai internal yang dapat diganti dapat dibuka kunci, kedekatan kartu atau kombinasi. Keuntungan dari kunci yang berdiri sendiri bisa dipasang dan dioperasikan dalam hitungan menit. Beberapa menawarkan pembaca genggam yang mengekstrak jejak audit dari kunci. Kelemahan dari kunci yang berdiri sendiri adalah berdiri sendiri dan bukan bagian dari jaringan yang lebih luas.
  2. Proximity readers adalah pilihan yang paling populer dalam kontrol akses komersial. Mereka mudah digunakan, dan saat kartu hilang, ini adalah masalah sederhana untuk menonaktifkannya dan mengeluarkan yang baru. Mereka juga dapat dikombinasikan dengan foto ID untuk keamanan tambahan. Kartu kedekatan, yang bisa bekerja dari satu inci sampai tiga kaki dari sensor, adalah yang paling umum. Karena tidak ada kontak antara kartu dan pembaca, mereka sangat andal dan menderita sedikit keausan. Mereka juga murah. Jenis kartu kedekatan khusus adalah tag mobil, yang memungkinkan akses ke fasilitas parkir tanpa memerlukan driver untuk membuka jendela mereka atau keluar dari mobil. Tag mobil bisa bekerja ratusan meter dari sensor. Sistem akses keamanan juga bisa menggunakan kartu strip magnetik atau kartu barcode, dan ini bisa menjadi pilihan penghematan uang jika Anda sudah menggunakan salah satu teknologi ini untuk kartu identitas karyawan.
  3. Keyswitch menawarkan audit elektronik melalui jaringan sambil terus menggunakan kunci fisik untuk mengaktifkan kunci.
  4. Keypads umum untuk akses keamanan pintu tunggal dan sistem yang lebih murah. Mereka mudah digunakan namun kurang aman, karena pengguna cenderung menuliskan kode masuk atau memberi “pinjaman” kepada orang lain. Mereka juga tidak menyediakan jalur audit terperinci sampai Anda memberikan kode unik untuk setiap individu.
  5. Sistem biometrik mengandalkan karakteristik fisik pengguna untuk identifikasi seperti sidik jari, sidik jari, atau bahkan pemindaian retina. Mereka sejauh ini adalah metode kontrol akses yang paling aman. Namun, mereka juga jauh lebih mahal dan bisa tampak invasif bagi karyawan yang terpaksa menggunakannya secara konstan. Model awal terbukti kurang atraktif di luar rumah, jadi mereka tidak disarankan untuk akses keamanan eksterior.
Manfaat Penggunaan

1) Mengurangi Biaya Operasional Keamanan, seperti penjagaan ruangan dengan menyewa jasa security / petugas keamanan.
Pada gedung-gedung besar, untuk menyewa jasa petugas keamanan tentu memiliki cost yang tinggi dalam operasional keamanan. Mereka biasanya ditempatkan untuk memonitoring titik-titik penting entry point pada sebuah gedung.Dari sudut pandang seperti ini, bisa dilihat bahwa Access Control dapat mengurangi tingkat biaya operasional kemanan, karena merupakan sebuah perangkat elektronik yang bekerja menggunakan sistem, sehingga sangat efisien dalam penggunaannya.Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah selain pengurangan beban pada biaya operasional keamanan, sistem ini tidak lagi menganut kunci pintu tipe lama yang sudah konvensional. Salah satu contohnya adalah sistem ini menggunakan kartu / proximity card dimana bila terjadi kehilangan kartu akses, dicuri ataupun tidak dikembalikan oleh karyawan / staff yang sudah tidak bekerja lagi ( suhah Resign ataupun kena PHK), anda hanya cukup menghapus identitas kartu si karyawan tersebut, sehingga memberikan rasa aman bagi pemilik perusahaan atau pengelola gedung. Sangat disayangkan,jika anda memiliki gudang penyimpanan yang berisi stok barang dan anda mempekerjakan karyawan yang sudah sangat anda percaya tetapi lupa ( atau bahkan hilang) ketika ditanya tentang kunci gudang tersebut. Mungkin saja anda harus mengganti kunci pintu konvensional anda dengan yang baru, dan tentu saja itu akan mengeluarkan biaya lagi. Karena anda harus berantisipasi jika saja orang yang menemukan kunci yang hilang tersebut akan kembali pada saat tertentu, dan melakukan pencurian. Tentunya sangat merugikan anda bukan?  Bandingkan jika anda mengunakan dan memasang alat Access Control , tentukan akan mengurangi resiko dari kerugian anda, karena tidak perlu khawatir apakah anda harus mengganti kunci pintu dengan yang baru, ataupun anda harus khawatir jika kunci itu ditemukan oleh orang lain. Sehingga menghemat biaya dan selamat dari resiko-resiko tersebut.
2) Membatasi Public Area dan Staff Area Only
Di banyak bangunan seperti kantor-kantor gedung pencakar langit, banyak orang-orang baik karyawan ataupun orang dari luar gedung (visitor), lalu lalang hilir mudik dan memiliki keperluan ataupun kepentingannya masing-masing. Dengan menggunakan alat Acces Control yang sudah terpasang, pengunjung umum (visitor) biasanya dibatasi pada bagian ruang depan, atau sampai dengan ruangan recepcionist. Pada ruangan dalam yang sudah terpasang Access Control, anda tidak perlu khawatir lagi, karena hak akses tersebut hanya bisa dimasuki oleh karyawan/ staff dalam kantor, sehingga aman dari intervensi orang luar.
3) Kemampuan untuk mencatat Record / Log History masuk dan keluar akses
Manajemen kantor ataupun pengelola gedung biasanya memerlukan bukti otentik berupa report / laporan tentang siapa yang masuk pertama kali ke dalam ruangan dan siapa yang terakhir kali meninggalkan ruangan. Hal ini sangat diperlukan bilamana sewaktu-waktu terjadi insiden ataupun hal-hal yang tidak diinginkan di luar dugaan.
4) Kemampuan untuk melindungi daerah yang sensitif / diproteksi
Sistem Access Control memungkinkan pengguna / user untuk mengatur berbagai tingkat akses keamanan. Setelah menetapkan metode akses entry point untuk setiap orang yang bekerja di sebuah gedung / bangunan. Izin keamanan tertentu dapat diberikan kepada masing-masing pemegang kartu akses. Misalnya, salah satu pemegang kartu diberikan akses hanya untuk pintu eksterior, pemegang kartu lain dapat diberikan akses ke kedua pintu eksterior ditambah beberapa atau semua pintu interior. Hal ini memungkinkan untuk membatasi karyawan untuk masuk dan keluar dengan mudah namun area yang sensitive/ diproteksi sudah terlindungi.          Situasi tertentu juga bisa dilakukan ketika terjadi penanganan ketika Access Control sudah terpasang. Dalam hal masalah keamanan yang paling utama, Access Control elektronik memfasilitasi kuncian keamanan, mencegah semua akses, kecuali mereka yang diberikan hak akses pada tingkat yang tinggi/ tingkatan tertentu. Ini amat membantu permasalahan yang terjadi pada sistem keamanan di dalam gedung.
 

untuk jasa pemasangan access door bisa mengunjungi website kami 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar